25/11/2020

Dari Hati

Dari Hati

Jenis popok sekali pakai yang mungkin cocok untuk si kecil

Jenis popok sekali pakai yang mungkin cocok untuk si kecil

Saat lahir, kulit bayi umumnya sensitif dan mudah terserang kuman dan bakteri. Karena itu, pemilihan popok pampers bayi harus cermat. Selain itu, kulit di area tempat “tinja” bayi sering mengalami ruam dan iritasi. Namun bunda baru akan kebingungan memilih produk popok bayi yang tepat untuk kulit si kecil. Popok bayi berperekat sangat disarankan untuk bayi baru lahir. Berikut adalah beberapa saran tentang popok bayi berperekat.

Jenis popok bayi apa yang cocok untuk si kecil? Sebenarnya, ini tidak bisa ditentukan oleh ibunya sendiri. Bunda harus mewaspadai bahwa kondisi kulit setiap bayi berbeda-beda. Ada anak yang sangat peka terhadap zat tertentu, ada juga anak yang tak masalah memakai produk apapun. Jadi mencoba popok membutuhkan waktu.

Biasanya para ibu membeli popok bayi dalam kemasan kecil. Jadi pakaikanlah ke si kecil dan tunggu reaksinya selama 1-3 hari. Bayi akan pilih-pilih jika tidak pas dengan popok bayi. Indikasi lain adalah munculnya ruam di bagian bawah atau uretra bayi. Ketika itu terjadi, inilah saatnya bagi ibu untuk memilih popok bayi yang pas. Perlu Anda ketahui bahwa ada jenis popok sekali pakai yang mungkin cocok untuk si kecil.

  1. Popok bayi baru lahir berperekat

Biasanya bayi baru lahir akan diberikan popok berperekat. Popok bayi jenis ini memiliki perekat di kedua sisinya. Padahal, popok bayi jenis ini cocok untuk bayi yang baru lahir karena memudahkan ibu untuk menggantinya saat si kecil berbaring. Ibu hanya perlu memindahkan popok berperekat ke area bawah bayi. Kemudian, aplikasikan perekatnya. Popok berperekat juga memudahkan untuk mengganti popok saat balita Anda sedang tidur.

  1. Jenis popok celana bayi

Popok bayi jenis ini praktis untuk digunakan si kecil. Bunda tidak perlu lagi menyesuaikan ukurannya seperti saat menggunakan popok bayi berperekat. Ibu hanya perlu memakai popok bayi sebagai celana. Untuk mengeluarkannya, ibu bisa merobek sisi-sisinya untuk mengeluarkannya dari tubuh bayi dengan mudah.

  1. Mudah dibuka dan diganti popoknya dengan cepat

Untuk anak-anak yang tidak bisa menggerakkan tubuhnya sendiri, ada baiknya memilih jenis perekat. Jenis ini lebih mudah mengganti popok saat bayi berbaring. Anda bisa mengganti popok dengan meletakkan popok baru tepat di bawah pantat bayi sehingga tidak perlu khawatir dengan kasur yang kotor.

Keunggulan lain dari tipe ini adalah lebih murah dibandingkan dengan tipe celana. Stiker jenis ini sangat kami rekomendasikan untuk Anda yang sedang mencari popok murah, terutama untuk bayi yang sering buang air kecil.

Jenis ini memiliki daya rekat yang kuat dan terletak di samping. Anda dapat dengan mudah menempel dan melepas stiker untuk mengganti popok. Jenis ini juga memudahkan para ibu yang ingin mengecek apakah popok bayi sudah penuh atau belum.

  1. Pilih produk yang tidak mudah menetes

Penting bagi Anda untuk memilih ukuran popok yang tepat. Namun, tidak diperbolehkan memilih pengukuran berdasarkan usia anak. Misal, jika bayi Anda berumur enam bulan, maka ukuran yang sesuai adalah M. Namun tidak semua ukuran M cocok untuk setiap bayi karena tiap produsen berbeda. Karena Anda tidak dapat mencoba popok yang Anda beli untuk bayi, yang terbaik adalah membeli sejumlah kecil popok sebagai bukti.

  1. Perhatikan elastisitas dan perlindungan samping produk

Untuk mencegah keluarnya urine dan feses bayi dari celah-celah, sebaiknya pilih produk dengan elastisitas dan pelindung samping yang baik. Berbeda dengan popok jenis perekat, kedua hal ini harus diperhatikan saat memilih popok jenis celana. Namun, ingatlah untuk tidak memakai popok terlalu ketat. Jika Anda melihat ada ruam di paha atau pinggang bayi Anda, segera ganti popok dengan merek lain.

Yup, memang susah-susah gampang saat memilih popok untuk bayi baru lahir tapi kabar gembiranya adalah Orami telah menyediakan semuanya untuk para ibu, disamping memiliki harga yang kompetitif Orami juga selalu menyediakan promo menarik.