27/07/2021

Dari Hati

Dari Hati

Lubang Hitam yang Menelan Bintang Neutron

Setelah lebih dari 4 tahun menelusuri kelompok peristiwa kosmik lewat gelombang gravitasi, beberapa periset pada akhirnya mendapati tipe tubrukan ke-3 yang diharap.

Simak informasi dan berita aktual terupdate di Berita Ambon.

Rasa baru dari tumbukan meliputi satu lubang hitam dan satu bintang neutron, menjadikan seperti kombinasi.

Beberapa periset sudah memperhatikan lusinan penyatuan pasangan lubang hitam, dan beberapa penyatuan pasangan bintang neutron. Tapi tubrukan di antara lubang hitam dan bintang neutron belum teridentifikasi dengan cara tepat awalnya.

Saat ini, beberapa periset menjelaskan jika mereka sudah memperhatikan riak-riak unik dalam ruangan dan saat yang disebabkan karena tubrukan ke-2 nya.

Lubang Hitam yang Menelan Bintang Neutron

“Dengan penemuan baru penyatuan bintang neutron-lubang hitam di luar galaksi kita, kami sudah mendapati tipe biner yang lenyap,” kata Astrid Lamberts, periset CNRS di Obervatoire de la Côte d’Azur di Prancis, dalam sebuah pengakuan. ”

Kami pada akhirnya mulai dapat pahami berapakah beberapa dari mekanisme ini yang ada, berapa kerap mereka tergabung, dan kenapa kami belum menyaksikan misalnya di Bima Sakti.”

“Kami pada akhirnya mulai dapat pahami berapakah beberapa dari mekanisme ini yang ada, berapa kerap mereka tergabung, dan kenapa kami belum menyaksikan misalnya di Bima Sakti.”

Ke-2 diagnosis baru ada pada Januari 2020, dan cuman berlalu 10 hari, tubrukan itu terjadi dan dikenali sebagai GW200105 dan GW200115 sesuai tanggal penilaian.

Satu teridentifikasi oleh ke-2 detektor Laser Interferometer Gravitational-wave Observatory (LIGO) dan detektor Virgo sama di Eropa.

GW200115 teridentifikasi oleh sarana itu. Beberapa periset yakin jika itu mengikutsertakan lubang hitam nyaris 6x massa matahari kita. Saat itu, GW200105 tidak teridentifikasi dengan cara tepat, tapi beberapa periset menyangka itu ialah penyatuan di antara lubanh hitam sekitaran 9x massa matahari dan bintang neutron.

Beberapa periset sekarang ini belum percaya apa penyatuan kombinasi itu membuat signal sinar terlihat, sama seperti yang kelihatan dari penyatuan pasangan bintang neutron. Atau juga bisa tidak, seperti pada kasus penyatuan lubang hitam biner.

Beberapa astronom tidak bisa mencocokan satu dari diagnosis gelombang gravitasi baru ini dengan penilaian gelombang sinar, tapi itu tak berarti tidak ada kilatan yang tepat. Untuk diagnosis yang kurang pas, beberapa periset cuman dapat mempersempit lokasi sumber jadi 175 dari langit.

Untuk diagnosis yang lebih pas, beberapa periset masih hadapi tempat yang sama dengan 2.900 bulan purnama. Disamping itu, pada jarak yang paling jauh dari tubrukan, sinar apa saja akan redup di saat capai Bumi.

Tetapi, beberapa periset menyangka jika minimal untuk penyatuan khusus ini, tidak ada signal sinar untuk disaksikan.

“Ini bukanlah kejadian di mana lubang hitam kunyah bintang neutron seperti Monster Cookie dan melempar potongan-potongan,” kata Patrick Brady, seorang fisikawan di University of Wisconsin-Milwaukee dan jubir LIGO Scientific Collaboration sekarang ini pada suatu pengakuan yang diedarkan Ruang. “‘Melempar’ itu yang bakal hasilkan sinar, dan kami tidak berpikiran itu terjadi dalam kasus ini.”