Selainnya mempunyai cuaca harian yang sejuk, Kota Bandung dikenal juga akan kreasi penduduknya, salah satunya saat membuat disain beragam produk sepatu. Tidaklah aneh, di kota kembang ini lebih banyak banyak muncul merk sepatu lokal yang sanggup bersanding dengan merk terkenal luar negeri.

Salah satunya bukti jika Bandung sebagai kota fesyen sepatu ialah ada tempat rekreasi sekalian sentral perajin sepatu, Cibaduyut. Teritori ini dari jaman penjajahan sampai saat ini dikenali sebagai tempat hasilkan kerajinan tangan rumahan (home made) untuk produksi sepatu dan tas.

Untuk cari sepatu berkualitas, saat ini tidak harus terdiam dengan merk luar negeri, karena dalam negeri ada merek-merek sepatu lokal yang tidak kalah atas merek luar. Apa saja merk sepatu lokal asal Bandung terpopuler itu? berikut pembahasan selengkapnya.

1. Brodo

Untuk beberapa orang Bandung, dengar nama Brodo, pemikiran mereka pasti tertuju sebuah online yang sediakan beragam aksesori pria, seperti sepatu, dompet, kaos, tas dan peralatan pria yang lain. Tetapi dari beberapa aksesori yang dijajakan, sepatu kulit ialah produk unggulan dari Brodo.

Kesuksesan membuat merek ini tidak gampang, bermula dari modal 7 juta rupiah, di tahun 2010 ke-2  orang mahasiswa ITB, Yukka Harlanda dan Putera Dwi Anugerah mulai jual 40 pasang sepatu hasil disain mereka berdua lewat sosial media seperti Kaskus, Facebook dan Blackberry Messenger.

Perubahan cepat dirasakan saat Yukka dan Putera berjumpa seorang investor namanya Christopher Angkasa pada 2012. Kucuran dana fresh itu dipakai untuk membesarkan volume pemasaran lewat pembikinan web sendiri dan buka beberapa toko di Bandung dan Jakarta.

Tingkatkanya pemasaran dari tahun ke tahun, mengakibatkan Brodo di tahun 2015 memperoleh penghargan sebagai Indonesia Most Creative Companies oleh Majalan SWA dan dipilih jadi sepatu sah PSSI pada 2017. Sekarang ini, produk sepatu Brodo bisa dijumpai di toko kota Bandung, Jakarta, Bekasi, Surabaya, Yogyakarta dan di Web resminya: gan.do

2. GeoffMax

GeoffMax (GMX) Footwear sebagai merk sepatu lokal garapan anak-anak muda inovatif asal kota Bandung. Merek ini termasuk berani dalam mengolah produk sepatu terbaru, karena dari sisi disain, bahan dan warna termasuk inovatif dan milenial, hingga banyak disukai oleh warga di luar dan dalam negeri.

Merek yang mempunyai jargon Ready to Kick inimemiliki keunikan pada bagian sol sepatunya, karena termasuk good disain dan benar-benar kuat, pas dipakai oleh beberapa pencinta Extreme Sport, terutamanya beberapa pemain skate board.

Untuk menarik pecinta angkatan muda, GMX seringkali mensponsori acara musik, misalkan membranding beberapa musikus band Superman is Dead (SID). Dari sisi harga, sepatu GMX termasuk berteman di dompet, karena harga nya sekitar 300 ribu sampai 500 ribu.

3. Footstep Footwear

Satu kembali merk sepatu lokal terasa internasional, Footstep Footwear. Merek ini ialah jawaban dari warga Indonesia yang inginkan produk sepatu dengan kualitas terbaik tetapi pada harga yang dapat dijangkau.

Footstep footwear pertama kalinya ada dipasaran sekitaran tahun 2012 di Bandung, Jawa barat yang dibangun oleh M. Randy. Lebih dari 7 tahun berdiri, merek ini sudah menghasilkan beragam produk sepatu, dimulai dari sepatu casual, sneakers, slip-on, sepatu resmi sampai produk sendal.

Berdasar taglinenya, “Born to Make a History”, merek lokal ini mempunyai misi ke depan untuk membikin sepatu dengan kualitas terbaik dikelasnya. Untuk hasilkan sepatu terbaik, merek ini memakai bahan terbaru yang disebutkan “Neo Leather”, yakni di antara bahan faux leather dengan neo technology.

Tetapi di luar bahan neo leather, merek ini masih sediakan sepatu dengan bahan Mesh, Canvas, dan Knit. Didisain oleh beberapa tangan trampil, merek ini berani memberikan garansi pada produknya sepanjang 90 hari. Bila ketertarikan pada merk sepatu lokal ini, kalian bisa berkunjung: footstepfootwear.com

4. Nach Proyek

Walau termasuk pemain baru dalam industri sepatu, persisnya berdiri pada Oktober 2017, sepatu racikan Nach Proyek sanggup mengundang perhatian manusia nomor satu di Indonesia, Jokowi. Faktanya sneaker sejenis FlexiKnit V2.0 seringkali kerap digunakan oleh Presiden dalam beragam peluang.

Kemungkinan Nach Proyek sebagai salah satu merk sepatu lokal yang berani lakukan sistem transparency pricing dalam penjualannya. Transparency pricing sendiri ialah satu langkah penentuan harga secara terbuka, dimulai dari harga bahan, biaya produksi, packing dan ongkos peningkatan produk sampai hasilkan harga satu produk sepatu.

Semangat transparan itu banyak mengundang perhatian customer, karena mereka akan mengetahui detail semua ongkos, hingga harga sebuah produk masih tetap affordable. Dengan sistem ini, sangkaan mark up harga satu produk akan pupus, dan jaga konsistenitas jalur produksi seefisien mungkin.

Sepatu racikan Nach proyek didisain lentur karena memakai material yang nyaman dan tidak panas, disamakan dengan cuaca tropis di Indonesia. Semuanya karena penelitian disain, bahan yang berulang-kali , hingga standard sepatu sneakers garapan Nach proyek sanggup berkompetisi dengan sneaker di luar negeri. Untuk yang tertarik, anda dapat berkunjung web berikut ini: nahproject.com

Simak juga artikel menarik tentang warung laota Kuta yang menyajikan kuliner unik yaitu bubur pelangi. Resep yang digunakan adalah warisan turun-temurun dari negeri Tiongkok. Penasaran lezatnya bubur pelangi warung laota Kuta?

5. Saint Barkley

Merk sepatu lokal asal bandung selanjutnya dibangun oleh dua kawanan, David dan Alfi, saat mereka mendatangi acara reunian SMA sekitaran tahun 2012. Mereka ingin membuat sebuah sneakers yang lain, fresh dan tentu saja berkualitas, yang bisa dicicipi oleh semua fragmen anak muda, sampai lahirlah Saint barkley (SB).

Anak muda sama dengan jalanan, oleh karenanya beberapa produk yang dibuat saint barkley memusatkan diri pada ide street wear. Dengan ide ini variasi sneakers dapat dipadukan padukan dengan bermacam model fesyen, misalkan dengan sweater, sweatshirt, t-shirt dan lain-lain.

Peristiwa penting yang sempat dirasakan merek ini yaitu saat mengikuti moment Jakarta sneakers day tahun kemarin, menarik banyak perhatian satu diantaranya Presiden Jokowi, yang usai dengan membawa sneaker sejenis coatbridge dark green. Selainnya fokus pada serangkaian produk sneakers-nya, Saint barkley sediakan apparel yang lain, seperti t-shirt, hoodie, topi dan aksesori yang lain.

6. Word Divisi

Word Divisi (WD) dibangun dari hoby seorang namanya Rifky, yang suka menggunakan sepatu sejenis sneaker, khususnya Vans. Pada akhirnya sekitaran tahun 2015, saat dia berasa jemu dengan pekerjaanya di dunia retail, dengan modal 5 juta, dia memilih untuk membuat sepatu ciptaanya sendiri dengan merk WD.

Perlahan-lahan tetapi tentu, Word Divisi semakin berkembang dari bulan ke bulan. Sepatu yang diolah Rifky mulai dilirik pasar, khususnya kelompok anak-anak muda. Untuk mendobrak anak pemasaran, Rifky menggamit beberapa figure sneakers Indonesia, seperti dr Tirta Mandira Hudhi dan Bryant Notodihardjo.

Sebagai nilai plus, tiap sepatu yang dibikin Rifky dipasangkan sebuah narasi. Salah satunya yang memikat ialah koleksi City Riots, yang di inspirasi dari kota Bandung yang semakin padat dan macet. Situasi kota itu pada akhirnya dituangkan dalam ide sebuah sepatu full black plus tambahan sentuhan warna hijau neon di bagian heel dan outsol bawah.

7. Forever Young Kru

Dimulai dari kesukaan menggunakan sneakers saat tampil di atas pentas, Ucay, bekas penyanyi Rocket Rockers, membulatkan tekad terjun di dunia per-sneakeran Indonesia, dengan membangun merk sepatu namanya ForeverYoung Kru (FYC).

Bermula dari kemauan memberi produk sneakers terbaik bikinan lokal, berkualitas dan dapat berkompetisi lewat produk luar, FYC datang pertama kalinya lewat cara online dengan toko offlinenya masih rumahan di Bandung sekitaran tahun 2013an.

Untuk memacu pemasaran, FYC terus bereksperimen dengan mendatangkan disain-disain sneakers modern yang memoriable dan disukai pasar. Disamping itu, FYC teratur melangsungkan acara ‘menukar rokok dengan pisang’ ditengah-tengah promo-nya. Bahkan juga FYC lakukan promo dengan menggamit beberapa figur terkenal di dunia olahraga skateboarding.

8. Tomkins

Di awal pendirian, perusahaan asal Bandung ini cuman menghasilkan sepatu sport, yang semuanya dibeli oleh buyer luar untuk dicap merk Reebok, Fila, Puma dan yang lain. Tetapi, di tahun 2002, kerap terhentinya order dari beberapa buyer luar, perusahaan meniti pemasaran dalam negeri dengan merk sepatu sendiri yakni Tomkins.

Produk sepatu merek satu ini termasuk banyak macamnya, dimulai dari sepatu untuk olahraga, sepatu outdoor, sepatu resmi, sepatu futsal dan yang lain. Selainnya macamnya banyak, harga juga relatif dapat dijangkau bila dibanding dengan kualitas yang dijajakan.

9. Amble Footwear

Sekilas namanya memang kedengar seperti nama merk sepatu di luar negeri, tetapi sesudah dijelajahi, Amble footwear sebagai merk sepatu lokal dari Bandung. Amble dibangun oleh Agit Bambang sekitaran 2009 lalu, ingin tawarkan kenyaman bersepatu pada angkatan urban saat ini.

Agit mengetahui jika proses pembikinan sepatu berkualitas harus melalui ketrampilan tangan-tangan pakar. Pergi disana, Amble mulai berani memadankan adat perajin sepatu lokal dengan style urban kekinian. Agit yakin jika produk Amble dapat bawa kenyamanan dalam pola hidup, terutamanya bersepatu.

Beberapa produk Amble footwear memakai 100 % bahan kulit premium, dengan disain optimal dan ditangani tujuh puluh % secara hanmade, hingga kualitas produksi selalu terlindungi. Karena kualitas bahan dan disain sama dengan hasrat luar negeri, sering sepatu racikan Agit diminta oleh beberapa orang dari negera Jepang, Singapura dan Malaysia.

10. Portee Goods

Portee goods sebagai merk sepatu yang di inspirasi oleh artisan and bespoke shoes yang jaman dulu dikenai oleh kakek-nenek kita. Portee sediakan sepatu resmi atau sneakers, salah satunya produk yang banyak dibeli customer yaitu native american model. Yang kepo akan produk merek satu ini, anda dapat datangi: porteegoods.com

By Drajad