21/06/2021

Dari Hati

Dari Hati

Royal Golden Eagle Tolong Petani Binaan Mewujudkan Hidup Lebih Sejahtera

Sumber: pexels.com
Usaha harus dapat berikan fungsi buat orang lebih kurang. Dasar itu sering menjadi pegangan Sukanto Tanoto sekalian jadi fundamen untuk tiap unit usaha yang ada di bawah lindungan Royal Golden Eagle, tidak kecuali APRIL Grup. Selaku unit usaha RGE, secara stabil APRIL Kelompok lagi jalankan program pertanggungjawaban sosial. Pemanduan teratur digelar dan pengiringan lagi dilaksanakan buat menolong menambah kesejahteraan warga lebih kurang.
Salah satunya unit usaha APRIL Kelompok, ialah PT RAPP mempunyai suatu program favorit buat menolong mengentaskan kemiskinan, utamanya buat orang yang tinggal di kira-kira ruangan operasi anak upaya Royal Golden Eagle itu. Program teratas itu yang memiliki nama One Village One Commodity (OVOC). Suatu program yang focus di kemampuan wilayah dengan merujuk di peningkatan satu komoditas teratas.
Membina Penduduk Ciptakan Komoditas Teratas
Program One Village One Commodity (OVOC) kali pertama dipraktekkan di Dusun Penyengat. Penentuan Kampung Penyengat jadi dusun binaan tak terlepas dari posisinya yang bersisihan dengan ruangan operasi PT RAPP serta keadaan ekonominya yang pada waktu itu termasuk dibutuhkan perhatian.
Sebelumnya satu diantaranya anak upaya Royal Golden Eagle ini jalankan program One Village One Commodity (OVOC), keadaan ekonomi penduduk di Kampung Penyengat termasuk cukup memprihatinkan. Banyak penduduknya yang gantungkan hidup dari bagian pertanian. Akan tetapi karena kebatasan pengetahuan dan perabotan, banyak petani Dusun Penyengat yang cuman dapat hasilkan Rp 300 ribu – Rp 500 ribu tiap bulannya.
Rendahnya pemasukan petani Kampung Penyengat pun tidak terlepas dari type tanaman yang ditanamkan. Di ketika itu, rerata petani menanam tanaman holtikultura. Meski sebenarnya, tanaman itu termasuk miliki nilai jual yang cukup rendah.
Untuk menolong tingkatkan kesejahteraan petani Dusun Penyengat, PT RAPP merekomendasikan beberapa petani buat menanam nanas ratu. Ketimbang dengan tanaman holtikultura, nanas ratu punya harga jual yang semakin tinggi. Diluar itu nanas macam ini pas dengan situasi tanah di Dusun Penyengat.
Kursus pertanian yang kekinian dikasihkan oleh PT RAPP. Bukan sekedar itu, anak upaya Royal Golden Eagle itu pula memberikan kontribusi berwujud bibit, pupuk dan pestisida pada petani binaannya.
Budi daya nanas yang diperkenalkan PT RAPP juga pada akhirnya membawa hasil. Sekitar 96.000 buah nanas sukses dibuat. Juga lumayan banyak petani Kampung Penyengat yang dapat mendapat pemasukan sampai Rp 10 juta tiap-tiap bulannya.
Dusun Penyengat tidaklah salah satu dusun yang telah nikmati manisnya program One Village One Commodity (OVOC). Kecuali Kampung Penyengat, Kampung Mungkal pun telah memulai merasai hasil sama.
Memperoleh Penghargaan Grup Silver
Keberhasilan One Village One Commodity (OVOC) dalam menolong tingkatkan kesejahteraan petani memperoleh animo tinggi dari Corporate Komunitas for Community Development (CFCD). Jadi wujud animo, penghargaan kelompok silver dikasih ke PT RAPP dalam sebuah acara berjudul ISDA (Indonesian Sustainability Development Goals Award) yang dipertunjukkan di hotel Bidakara Jakarta pada 9 April 2019 waktu lalu.
Tidak hanya mendapat penghargaan silver, PT RAPP ikut membopong penghargaan definisi gold. Penghargaan itu dikasihkan atas usaha satu diantaranya unit usaha Royal Golden Eagle ini dalam merealisasikan kesetaraan pengajaran lewat program School Improvement.
Loyalitas Royal Golden Eagle dalam menolong menambah kesejahteraan warga kurang lebih akan sama. Program One Village One Commodity (OVOC) sendiri akan selalu dipertahankan sampai diciptakan. Selesai sukses dengan Dusun Penyengat, cengkauan program ini bertambah diperlebar. Sampai sekarang ini, One Village One Commodity (OVOC) telah berjalan di 4 kabupaten yang mencakup Kampar, Siak, Kep. Meranti dan Pelalawan.