27/07/2021

Dari Hati

Dari Hati

Sarana dan Prasarana Olahraga di Indonesia

Sarana dan Prasarana Olahraga di Indonesia

Sarana dan Prasarana Olahraga di Indonesia

Pengertian Sarana Umum

Sarana prasarana umumnya ditafsirkan menurut sumber yang berbeda. Sarana adalah perangkat yang dapat dipindah-pindahkan untuk mendukung berfungsinya kegiatan dan satuan pendidikan, antara lain: peralatan, perabot, media pendidikan, dan buku (internet menurut Asep). Sarana adalah segala sesuatu yang digunakan sebagai alat untuk mencapai makanan dan tujuan. Infrastruktur adalah semua yang merupakan penunjang terpenting bagi terselenggaranya suatu proses (Kamus Besar Bahasa Indonesia). Infrastruktur adalah alat fisik untuk mentransmisikan konten pembelajaran (Sagne dan Brigs dalam Latuheru, 1988: 13). Dari pengertian yang berbeda menurut saran para ahli, dapat diartikan bahwa prasarana adalah sumber daya pendukung yang terdiri dari semua jenis bangunan/tanpa bangunan, termasuk perlengkapannya, dan yang memenuhi syarat untuk pelaksanaan kegiatan.

Pengertian Sarana Prasarana Olahraga

Infrastruktur olahraga adalah bentuk permanen, luar dan dalam. Contoh: sekolah menengah, taman bermain, kolam renang, dll. (Wirjayanto 1984:154). Pengertian infrastruktur tidak seperti yang dikemukakan di atas, tetapi memiliki arti lain yang berbeda menurut sumber yang berbeda. Prasarana olahraga adalah semua prasarana olahraga, yang meliputi seluruh lapangan dan gedung olahraga beserta perlengkapannya untuk menyelenggarakan program kegiatan olahraga (seminar prasarana olahraga bagi sekolah dan hubungannya dengan lingkungan hidup (1978).

Sarana olahraga adalah sumber daya pendukung yang terdiri dari segala bentuk dan jenis peralatan dan bahan yang digunakan dalam kegiatan olahraga. Prasarana olahraga adalah sumber daya pendukung yang terdiri dari sarana olahraga berupa bangunan di atasnya dan batas-batas ruang yang statusnya jelas dan memenuhi persyaratan penyelenggaraan suatu program olahraga (kumpulan dokumen pengelolaan olahraga, halaman 38 ). Dari beberapa pengertian di atas dapat diartikan bahwa sarana prasarana olahraga adalah sumber daya pendukung yang terdiri dari segala jenis bangunan/non bangunan yang digunakan untuk perlengkapan olahraga. Infrastruktur olahraga yang baik dapat mendukung pertumbuhan masyarakat yang baik.

Sarana Prasarana Olahraga di Indonesia Pada Masa Sekarang

Berdasarkan pengamatan, ada dua faktor kondisi infrastruktur olahraga di Indonesia yang dapat mempengaruhi penyiapan infrastruktur olahraga sebagai berikut:

1. Undang-undang tersebut memuat konsep otonomi daerah.

2. Direncanakan penyelenggara Pekan Olahraga Nasional (PON) akan ditentukan kembali oleh daerah sejak tahun 2000.

Masyarakat kurang memperhatikan infrastruktur yang ada di Indonesia. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yang sangat kompleks. Realitas itu terlihat dari kegagalan Kota Surabaya membangun “kompleks olahraga” baru yang akan digunakan untuk menyelenggarakan PON XV-2000 karena keterbatasan biaya. Kendala ini disebabkan oleh krisis mata uang yang terjadi di beberapa negara Asia. Implementasi ini harus dipindahkan ke Stadion Delta di Sidoarjo. Stadion ini digunakan untuk semua kegiatan PON yang berlangsung, baik untuk upacara pembukaan dan penutupan serta pertandingan. Jelas bahwa infrastruktur di Indonesia sangat kecil dalam segala hal.

Pada PON XVI-2004 diadakan sebagai pusat kompetisi di provinsi Sumatera Selatan dan kota Palembang. Pada tahun 1978, dibangun Stadion Bumi Sriwijaya yang pada awalnya dimaksudkan untuk diperluas menjadi stadion utama, tetapi akhirnya ditetapkan sebagai stadion atletik untuk membangun lintasan atletik dengan bahan sintetis, sedangkan stadion utama di Seberang Ulu di lingkungan Jakabaring . Dengan dibangunnya stadion induk Jakabaring di seberang Ulu, kota di kawasan pembangunan kembali ke selatan harus dikembangkan sesuai dengan rencana induk kota yang disusun Kementerian Pekerjaan Umum.

Untuk Sport Complex telah dipersiapkan lahan reklame seluas 50 Ha yang nantinya akan dipakai untuk lokasi Stadion Utama dan dua buah gedung Olahraga yang dipergunakan untuk Senam dan cabang olahraga Bulutangkis. Selain itu ada beberapa sarana prasaran aolah raga outdoor untuk olahraga:voli pantai, soft ball, hoki dan lain-lainyang akan dapat ditampung. Diseberang kompleks satdion itu, sedang dibangun perumahan sebanyak 1.000 buah yang nantinya akan digunakan untuk PON XVI -2004 yang dimanfaatkan untuk tempat tinggal sementara atlit-atlit selama PON berlangsung. Setelah selesai kegiatan PON, maka perumahan ini akan dijual pada masyarakat untuk dijadikan pemukiman. Meskipun pembangunan sarana prasarana olahraga sedikit terhambat namun penggunaan bahan-bahan sarana prasrana olahraga cukup baik, misalnya saja yang telah disebutkan di atas mengenai penggunaan lantai dari bahan sintetis.

Kompleks Gelora Bung Karno di Senayan Jakarta memiliki luas lahan 279 Ha, sebagai areal dengan luas 155 Ha adalah lahan untuk kompleks olahraga yang sampai saat ini masih merupakan kompleks olahraga yang terlenghkap dan terbesar di seluruh Indonesia. Pada saat PON di Jakarta pada tahun 1996 didalam kompleks Stadion dapat diselenggarakan 18 cabang olahraga yang dipertandingkan. Stadion ini sampai saat ini dari waktu ke watu secara bertahap dikembangkan agar dapat memenuhi kebutuhan untuk kegiatan-kegiatan olahraga.

Pengembangan dan pembanguna sarana prasaran olahraga tetap mengikuti perkembangan jaman, beberapa sarana prasarana olahraga yang telah diikutsertakan dalam kompetisi luar negeri dan memperoleh penghargaan adalah sebagai berikut :

  • Gedung Pusat Latihan Bulutangkis, memperoleh IAKS Award pada tahun 1989 intuk kategori B. “Trainning For Top-level Sport”.
  • Gedung/Lapangan Menembak, memperoleh “Bronz Award” untuk kategori F. “Trainning and Competition Facilities for special sport disciplines”
  • Lapangan Latihan Softball/Baseball, memperileh IOC/IAKS Bronze Award tahun 1999 untuk kategori F, “Trainning and Competition Facilities for special sport disciplines”.

Sumber Rangkuman Terlengkap : KelasPJOK.Com